Languages فارسی فارسى درى English اردو Azəri Bahasa Indonesia پښتو français ไทย Türkçe Hausa Kurdî Kiswahili Deutsche РУС Fulfulde Mandingue
Scroll down
Hikmah

Signifikansi Puasa Dan Ramadhan Dalam Al-Quran Dan Hadis?

2020/05/02

Signifikansi Puasa Dan Ramadhan Dalam Al-Quran Dan Hadis?

Allah Swt, dalam al-Quran mengenai bulan Ramadhan berfirman bahwa bulan Ramadhan adalah bulan yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan diturunkannya penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu serta pembeda (antara yang hak dan yang batil).
Mengenai kenapa bulan Ramadhan terpilih sebagai bulan puasa, adalah karena bulan ini memiliki kelebihan dari seluruh bulan. Kelebihan dan keutamaannya terletak pada peristiwa diturunkannya al-Quran pada bulan ini, sebuah kitab petunjuk bagi manusia dimana kandungan perintah dan hukum-hukum yang ada di dalamnya, memisahkan yang benar dari yang tak benar dan menjamin kebahagiaan manusia.
Rasulullah Saw saat berkhutbah mengenai kemuliaan bulan Ramadhan, bersabda, “Wahai manusia, bulan Tuhan dengan berkah, rahmah dan maghfirahnya telah mendatangi kalian, di sisi Tuhan bulan ini adalah yang terbaik dari seluruh bulan, hari-harinya adalah yang terbaik dari seluruh hari, malam-malamnya adalah yang terbaik dari seluruh malam, dan waktu-waktunya adalah yang terbaik dari seluruh waktu. Bulan dimana kalian diundang sebagai tamu Allah … nafas kalian adalah tasbih, tidur kalian ibadah, perilaku kalian diterima dan doa kalian mustajab. Dan amal yang terbaik di bulan ini adalah menjauhi segala yang diharamkan oleh Allah.”

Bulan Ramadhan dalam al-Quran

Allah Swt, dalam al-Quran al-Karim, mengenai bulan Ramadhan, berfirman, “Ramadhan adalah bulan yang di dalamnya Al-Qur’an diturunkan sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu serta pembeda (antara yang hak dan yang batil). Oleh itu, barang siapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka ia harus berpuasa pada bulan itu, dan barang siapa sakit atau dalam perjalanan, maka (wajib baginya mengganti puasa) sebanyak hari yang ditinggalkannya itu pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan dan tidak menghendaki kesukaran bagimu, dan (dengan mengganti puasa tersebut) supaya kamu dapat menyempurnakan jumlah (hari yang telah ditentukan itu), mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, dan supaya kamu bersyukur.”[1]
Mengenai kenapa bulan ini dipilih sebagai bulan puasa, hal ini dikarenakan bulan ini lebih baik dari seluruh bulan lainnya. Keutamaan dan kelebihan bulan ini adalah karena diturunkannya al-Quran pada bulan ini. Al-Quran sebagai kitab yang memberikan petunjuk dan bimbingan kepada manusia, dan ajaran serta hukum-hukumnya telah memisahkan cara-cara yang benar dari yang salah, dan menjamin kebahagiaan manusia, diturunkan pada bulan ini.[2] Oleh karena itu, arti penting dan nilai dari bulan Ramadhan adalah karena nuzulnya al-Quran.[3]

Bulan Ramadhan dalam Hadis
Mengenai arti penting dan kedudukan bulan Ramadhan dalam hadis-hadis Maksumin As, kami akan mencukupkan untuk menyampaikan sebuah riwayat.
Amirul Mukminin Ali As bersabda, “Suatu hari Rasulullah Saw membacakan khutbah untuk kami, di dalamnya ia bersabda, “Wahai manusia, bulan Allah dengan berkah, rahmah dan maghfirahnya telah mendatangi kalian; sebuah bulan yang di sisi-Nya lebih baik dari seluruh bulan, hari-harinya lebih baik dari seluruh hari, malam-malamnya lebih baik dari seluruh malam, dan waktu-waktunya lebih baik dari seluruh waktu. Sebuah bulan yang kalian diundang untuk menjadi tamu Allah … nafas kalian di dalamnya adalah tasbih, tidur kalian adalah ibadah, perilaku kalian diterima dan doa kalian diijabah. Mintalah kepada-Nya dengan niat yang benar dan hati yang bersih supaya kalian berhasil berpuasa dan membaca al-Quran di bulan ini. Celakalah bagi mereka yang kehilangan maghfirah Allah di bulan ini. Ingatlah lapar dan dahaga pada hari kiamat kelak, dengan lapar dan dahaga yang kalian rasakan di bulan ini. Berikan sedekah kepada para fakir dan miskin kalian, hormatilah orang-orang besar kalian, dan sayangilah anak-anak. Jalinlah silaturahmi, jagalah lidah, tutuplah mata kalian dari melihat apa yang diharamkan oleh Allah Swt, dan tulikan telinga kalian dari apa yang mendengarnya tidak dihalalkan bagi kalian, sayangilah anak-anak yatim orang lain supaya mereka juga menyayangi yatim-yatim kalian. Bertobatlah atas dosa-dosa kalian kepada Allah, berdoalah pada waktu shalat, karena ini adalah waktu yang terbaik. Di bulan ini, Allah akan memandang hamba-hamba-Nya dengan pandangan kasih-Nya, menjawab setiap munajat dan mengucapkan labbaik untuk teriakan-teriakan mereka, memberikan apa yang mereka minta dan mengabulkan doa mereka. Wahai manusia, nafas kalian bergantung pada perilaku kalian, lepaskanlah dengan istighfar. Pundak kalian memiliki beban berat atas dosa-dosa kalian, maka ringankanlah dengan sujud dan ketahuilah bahwa Allah bersumpah dengan kemuliaan-Nya untuk tidak mengazab mereka yang shalat dan bersujud, dan tidak melemparkan mereka ke neraka jahannam pada hari kiamat. Wahai manusia, siapapun dari kalian yang pada bulan ini memberikan buka puasa satu hari saja, maka di sisi Allah seperti pahala membebaskan seorang budak, dan dosa-dosa masa lalunya akan diampuni.” Bertanya, “Ya Rasulullah, kami semua tidak memiliki kemampuan untuk itu”. Bersabda, “Takutlah kepada Allah, kendati hanya dengan setengah kurma, dan kendati hanya dengan segelas air manis. Wahai Manusia, siapapun yang berakhlak baik di bulan ini, maka imbalannya adalah shirath, pada hari dimana seluruh langkah-langkah manusia goyah dan bergetar. Siapapun yang memberikan keringanan pada bulan ini kepada para ciptaan-Nya, maka Allah akan meringankan perhitungannya, dan siapapun yang menghalangi diri dari keburukannya, maka Tuhan akan menghalangi diri dari amarah-Nya pada hari dimana ia menemui-Nya. Barang siapa yang menghormati yatim pada bulan ini, maka Dia akan menghormatinya pada hari dimana ia menemui-Nya, dan barang siapa menjalin silaturahmi, maka Dia akan menjalin rahmat dengannya saat ia menemui-Nya. Barang siapa memutuskan silaturahmi pada bulan ini, maka Allah akan memutuskan rahmat-Nya pada hari dimana ia menemui-Nya. Barang siapa melakukan shalat mustahab, Allah akan menuliskan kebebasan dari api jahannam baginya, dan barang siapa melaksanakan kewajiban, maka pahalanya seperti melaksanakan tujuh puluh kewajiban di bulan-bulan lain. Barang siapa banyak mengirimkan salawat untukku, maka Allah akan memberatkan mizannya pada hari dimana mizan-mizan menjadi ringan. Barang siapa membaca satu ayat di bulan ini, maka ia seperti mengkhatamkan al-Quran di bulan-bulan lain. Wahai manusia, pintu-pintu surga pada bulan ini dibuka, mintalah kepada-Nya untuk tidak menutupnya bagi kalian. Pintu-pintu jahannam ditutup pada bulan ini, maka mintalah kepada Tuhanmu untuk tidak membukanya bagi kalian. Setan-setan pada bulan ini akan diikat, maka mintalah kepada-Nya supaya mereka tidak lagi menguasai kalian.” Amirul Mukminin bersabda, “Aku berdiri dan bertanya, “Wahai Rasulullah, amalan apakah yang lebih baik untuk bulan ini?” Bersabda, “Wahai Abu al Hasan, amalan terbaik di bulan ini adalah menghindarkan diri dari apa yang diharamkan oleh Allah Swt.”[4]

[2]. Makarim Syirazi, Nasir, Tafsîr Nemune, jil. 1, hlm. 634, Dâr al-kutub al-Islâmiyyah, Teheran, cet. Pertama, 1374 Hsy.
[3]. Muhsin Qiraati, Tafsîr Nûr, jil. 1, hlm. 289, Markaz Farhanggi Darsha-i az Qurân, Teheran, 1383 Hsy.
[4]. Syaikh Shaduq, Amâli, hlm. 93, Intisyârat Kitâbkhâneh Islâmiyyah, 1362 Hsy.

Sumber: ICC Jakarta.id